Selasa, 30 Oktober 2012

Cara Menjaga Payudara Tetap Sehat di Tiap Usia

Payudara merupakan aset yang berharga bagi seorang wanita yang harus selalu dijaga dan dirawat agar selalu sehat dan indah. Seiring bertambahnya usia dan perubahan hormon, payudara akan mengalami perubahan ukuran, bentuk dan juga hal-hal lainnya.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara tampil sehat dan indah di tiap usia dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mematikan seperti kanker payudara.

Oke deh, ini dia tips nya seperti yang dikutip dari CNN seperti dilansir detikhealth


1. Payudara di usia 30-an tahun

Biasanya payudara pada usia ini masih memiliki elastisitas yang baik dan kencang. Jika perempuan hamil maka payudara akan menjadi lebih besar, tapi kondisi ini tidak bertahan secara permanen.

Diperkirakan ukuran payudara akan berkurang setengah cup setelah ia melahirkan atau memberikan ASI. Fenomena ini disebut dengan breast involution, yaitu proses yang mana sistem pembuatan susu dalam payudara akan menyusut karena tidak diperlukan lagi.

Pada usia ini payudara perlu mendapatkan dukungan yang baik, karena itu gunakan ukuran bra yang pas termasuk ketika sedang berolahraga. Jika payudara bergerak ke atas dan bawah saat olahraga, maka itu menunjukkan payudara tidak mendapatkan dukungan yang baik. Kondisi ini bisa membuat payudara turun atau tidak lagi kencang.

Selain itu, pada usia ini risiko kanker payudara masih terbilang rendah, walaupun tetap tidak bisa diabaikan. Salah satu cara untuk menurunkan risiko ini adalah dengan menyusui.

2. Payudara di usia 40-an tahun

Pada usia ini persentase lemak di payudara meningkat, dan lemak ini cenderung menahan efek gravitasi sehingga payudara akan mulai terlihat menurun dan juga tidak terlalu kencang.

Ketika usia bertambah, otot punggung melemah yang membuatnya cenderung bungkuk sehingga mempengaruhi bentuk payudara. Untuk itu disarankan berdiri tegak, serta memperkuat otot punggung atas dan dada untuk menjaga bentuk dari payudara.

Cobalah berdiri tegak dengan bahu rileks serta lengan di sisi tubuh, lalu gunakan alat peregang untuk menarik ke sisi kiri dan kanan tubuh, lakukan dengan mengulang hingga 8-12 kali selama 1 menit.

3. Payudara di usia 50-an tahun

Ketika usia makin bertambah, perubahan hormonal menyebabkan lemak menumpuk di beberapa bagian tubuh, terutama di perut, wajah dan payudara. Hampir semua jaringan payudara diganti dengan lemak dan kulit kehilangan elastisitasnya sehingga jadi kendur.

Sebenarnya tidak ada cara yang benar-benar ajaib untuk menyelamatkan seseorang dari kondisi payudara kendur, tapi jika melakukan latihan dada sebanyak 2-3 kali dalam seminggu bisa meningkatkan aliran darah dan memperkuat otot yang mendasarinya.

Karena pada usia ini payudara cenderung berlemak sehingga berisiko kanker payudara, maka mammogram baik dilakukan untuk mendeteksi kanker. Walaupun ada kemungkinan mendapatkan hasil negatif palsu untuk skrining kanker payudara ini.


sumber:  detikhealth
»»  read more

Jumat, 26 Oktober 2012

5 Manfaat Ekstra Payudara Untuk Bercinta

Selain untuk kecantikan dan lambang feminitas, payudara juga bisa untuk membangkitkan hasrat seksual, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi lawan jenisnya.

Payudara memainkan peranan penting untuk memuaskan kedua pasangan dalam bercinta. Tak banyak yang mengetahui bagaimana menikmati organ pentingnya sendiri saat bercinta.

Berikut ini 6 cara membuat Anda dan pasangan makin terpuaskan dengan mengoptimalkan peranan payudara disaat bercinta dari detikhealth seperti dilansir womenshealthmag.

1. Tempelkan pada punggung pasangan saat berpelukan
Ketika payudara dibelai oleh pasangan, otak akan melepaskan oksitosin ke dalam aliran darah Anda. Hormon cinta yang sangat kuat ini akan memicu terjadinya pelukan sekaligus orgasme sehingga menumbuhkan ikatan yang kuat antarpasangan, ungkap Beverly Whipple, PhD, profesor emerita dari Rutgers University.

Untuk mengoptimalkan efeknya, saat posisi Anda tengah berada di atas, mintalah pasangan untuk duduk dan lingkarkan lengan Anda di seputar lehernya lalu tekan payudara Anda ke dalam dadanya.

Sentuhan di tengah penetrasi ini akan meningkatkan keintiman pasangan dan karena gairah menambah aliran darah maka saat itu payudara Anda akan terasa hangat sehingga pelukan Anda akan terasa nyaman, baik untuk pasangan maupun bagi diri Anda sendiri.

2. Beri sentuhan ringan
Sama halnya dengan penis yang bisa mengalami ereksi saat disentuh, payudara juga dapat 'menegang' saat mendapatkan kontak langsung. Faktanya semakin tinggi sentuhan seksualnya maka akan memberikan sensasi yang luar biasa pada payudara.

"Untuk membuat payudara menegang tanpa perlu benar-benar disentuh, mintalah pasangan untuk meletakkan salah satu ujung jarinya ke sternum (titik di tengah payudara) secara ringan lalu pindahkan ujung jari itu ke payudara dan gambarlah lingkaran di seputaran area itu," saran Jaiya, salah satu penulis buku Red Hot Touch.

Menurutnya, belaian itu akan merangsang rambut-rambut mikroskopis yang ada di payudara dan saraf di bawah permukaan kulit yang sensitif terhadap sentuhan sehingga membuat si pemilik payudara menjadi geli keenakan.

3. Nikmati sensasi baru
Pasangan mungkin pandai merangsang Anda dengan tangannya tapi dorong si dia untuk menyentuh dada Anda dengan hal lain misalnya losion atau kain sutra yang dapat membuat ritual bercinta Anda semakin mendebarkan.

"Kenalkan padanya berbagai jenis baru yang dapat menambah sensasi dari sentuhan biasa," tandas Ian Kerner, Ph. D., penulis buku She Comes First.

Saat bercinta, mintalah pasangan untuk mengusap payudara Anda dengan celana dalam sutra atau menggelitik puting Anda dengan bulu atau krim tangan ke seluruh permukaan payudara.

4. Fokuskan pada area di atas areola
Apa itu areola? Areola adalah daerah gelap di sekitar puting payudara yang dapat melebar atau menggelap selama masa kehamilan. Meski dianggap paling menarik, areole bukanlah bagian paling sensitif pada dada Anda tapi justru area di atas areola-lah bintangnya.

"Kita semua berpikir puting adalah zona erotis utama tapi sebenarnya itu hanyalah karena mereka dapat terlihat dengan jelas. Tapi banyak studi yang telah menunjukkan bahwa wanita merasakan sensasi yang lebih menyenangkan pada area di atasnya," terang Jaiya.

5. Basahi keduanya
Mandilah dengan air panas bersama pasangan (tapi jangan terlalu panas). Panas itu akan membuat darah naik ke permukaan dan meningkatkan suhu tubuh sehingga kulit Anda menjadi lebih sensitif untuk disentuh, tutur Sandor Gardos, Ph. D., pendiri toko sex toy online, mypleasure.com.

Lalu mintalah pasangan untuk mengusap kedua payudara Anda dengan sabun. Sentuhan tangan dan sensasi air panas akan membuat libido Anda tak karuan.

Jika sedang tak ingin mandi, Anda tinggal meminta pasangan untuk memijat payudara Anda dengan handuk basah yang hangat. Sensasi yang dirasakan akan sama saja.

6. Perbesar ukuran Anda
Payudara Anda mungkin telah memuaskan pasangan tapi pernahkah seksualitas Anda terpuaskan oleh payudara Anda sendiri? Jika tidak, itu berarti ada yang salah dengan Anda.

"Beberapa wanita tak mengambil peluang untuk menikmati kedua payudaranya selama bercinta (ataupun masturbasi), terutama jika mereka tidak menyadari seberapa besar ukuran payudaranya," terang Kerner.

Tapi terlepas dari berapapun ukuran payudaranya, semua wanita memiliki jumlah saraf yang sama pada payudaranya dan akan merasakan kenikmatan yang sama jika payudara itu dirangsang. Hanya saja para pakar mengatakan jika payudara dapat membesar hingga 25 persen jika terangsang.

Triknya adalah sesuaikan jenis sentuhan dengan ukuran payudara Anda. Secara umum, wanita dengan payudara yang lebih besar dapat menangani sentuhan yang lebih kuat karena jaringan lemak di dalamnya lebih besar. Jadi ketika posisi Anda di atas pasangan, angkat sedikit payudara Anda lalu remaslah. Merasakan kepenuhan payudara itu bisa jadi perangsang yang luar biasa bagi Anda atau pasangan.

Tapi jika payudara Anda lebih kecil, doronglah payudara dengan kedua sisinya hingga menimbulkan belahan dada yang menggoda dan membuat payudara terlihat membesar.


sumber: detikhealth
»»  read more

Fakta Menarik Seputar Payudara Wanita Yang Harus Anda Tahu

Bagian payudara biasanya hal pertama yang pria perhatikan pada seorang perempuan. Selain dapat membangkitkan hasrat seksual, payudara juga melambangkan kecantikan dan feminitas.

Yang menjadi pertanyaan, apakah Anda sudah mengenal payudara Anda sepenuhnya? Berikut ini fakta menarik tentang payudara perempuan yang harus diketahui.

Selain membangkitkan hasrat seksual, payudara juga melambangkan kecantikan, feminitas. Bagian ini mungkin juga adalah hal hal pertama yang pria perhatikan pada perempuan.

1. Payudara kiri biasanya lebih besar dari yang kanan. Kadang agak sulit melihat perbedaan tersebut, yang pasti ukurannya tidak sama persis jika diamati. Ukuran puting juga ukurannya berbeda-beda.

2. Mempunyai rambut di sekitar areola. Rambut tersebut sekitar 2-15 helai. Jika warna kulit dan rambut Anda gelap, maka warna putting juga akan gelap. Ternyata, payudara juga bisa terkena komedo atau jerawat seperti layaknya wajah.

3. Berat payudara rata-rata 0,5 kg. Payudara masing-masing menyumbang sekitar 5-5 persen lemak tubuh. Seiring bertambahnya usia, payudara akan bertambah gemuk.

4. Tercatat lebih dari 2 juta perempuan mempunyai payudara palsu. Mereka rata-rata memakai implan berusia 34 tahun.

5. Jika mendapat rangsangan payudara akan membesar dan tegang.

6. Rentan terhadap goyangan. Ketika berjogging, berjalan atau aeorbik, payudara mudah terbentur. Untuk melindunginya, pastikan memakai bra yang tepat untuk melindunginya.

7. Bisa berubah bentuk. Tidur tertelungkup terkadang bisa membuat payduara berubah bentuk. Hal tersebut bisa diatasi dengan menjaga posisi tidur demi kekencangan. Anda bisa menempatkan bantal di bawahnya saat tidur.

»»  read more

Rabu, 24 Oktober 2012

Cara Mengatasi Nyeri Payudara Jelang Menstruasi

Menstruasi merupakan siklus yang rutin dialami wanita. Menjelang mens, tubuh wanita suka mengalami banyak perubahan yang dinamakan PMS (Premenstrual Syndrome). Hal tersebut diantaranya seperti mood yang naik turun, atau seringkali ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada payudara

Nyeri pada payudara atau payudara yang terasa membesar sebelum dan saat menstruasi adalah hal normal dan tidak berbahaya, jika nyerinya tidak terjadi secara terus menerus. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon estrogen.

Banyak hal dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, seperti dengan mengkonsumsi makanan sehat, jauhi makanan yang banyak mengandung garam, atau giat beroalahraga.

Tapi bagaimana jika payudara yang terasa nyeri ketika mensturasi datang? Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pijatan. Pijatan pada payudara dapat dilakukan menggunakan minyat pijat seperti minyak aromaterapi, minyak telon atau minyak zaitun, di sekitar payudara.

Cara yang dapat dilakukan yaitu pijatan dengan gerakan melingkar dari luar ke dalam. Perlambat serta kurangi tekanan pijatan jika payudara terasa nyeri. Ketika mensturasi, puting akan terasa nyeri, maka Anda dapat menghindari bagian ini.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pijat dianggap efektif dapat mengurangi gejala PMS, terutama gejala depresi dan rasa sakit. Pijat ternyata dapat mendorong sirkulasi getah bening dan dapat mengurangi retensi cairan.

Untuk membantu membuang kelebihan racun dan cairan dari tubuh setelah pemijatan, perbanyaklah minum air putih.

Pijat merupakan teknik non-invasif serta bebas bahan kimia, soo dipastikan aman bagi hampir semua orang.

Selamat mencoba, ya :)


dari berbagai sumber
»»  read more

Senin, 22 Oktober 2012

6 Penyebab Nyeri Pada Payudara

Perempuan kadang suka mengalami nyeri pada payudaranya, walapun hal tersebut dirasakan terus menerus ataupun hilang timbul.
Nyeri pada payudara dibedakan menjadi dua jenis, yaitu nyeri cyclic dan noncyclic. Menurut healthdetik nyeri cyclic biasanya berhubungan dengan siklus hormon seperti menstruasi dan tidak berbahaya. Sedangkan nyeri payudara noncyclic umumnya berasal dari payudara itu sendiri atau daerah di sekitarnya.

Berikut ini beberapa faktro pemicu penyebab rasa nyeri pada payudara, seperti dilansir mayo clinic yang dikutip detikhealth.
  1. Hormon reproduksi, nyeri payudara cyclic diperkirakan memiliki hubungan yang kuat dengan hormon dan siklus menstruasi. Nyeri ini akan berkurang atau hilang ketika seseorang hamil atau menopause.
  2. Faktor anatomi, nyeri payudara non-cyclic lebih dimungkinkan akibat anatomi seperti dipicu oleh kista, trauma, operasi sebelumnya atau faktor lain yang berhubungan dengan payudara. Tapi nyeri ini juga bisa disebabkan oleh faktor di luar seperti dinding dada, otot, persendian atau jantung yang menyebar ke payudara.
  3. Ketidakseimbangan asam lemak, adanya ketidakseimbangan dalam sel bisa mempengaruhi sensitivitas jaringan payudara terhadap sirkulasi hormon. Karenanya orang yang memiliki jumlah asam lemak tidak seimbang akan diberikan obat untuk mengatur keseimbangan dan mengurangi kepekaan jaringan payudara.
  4. Konsumsi obat tertentu, beberapa konsumsi obat hormon seperti obat kontrasepsi dan perawatan kesuburan bisa memicu nyeri di payudara. Beberapa studi melaporkan obat antidepresan juga bisa memicu nyeri.
  5. Ukuran payudara, perempuan yang memiliki ukuran payudara besar lebih mungkin mengalami nyeri payudara non-cyclic. Ketidaknyamanan ini kadang dirasakan juga di leher, bahu dan punggung. Beberapa studi menunjukkan bahwa operasi pengurangan kadang bisa mengurangi masalah ini.
  6. Penggunaan ukuran bra yang tidak tepat, menggunakan bra dalam ukuran yang tidak tepat misalnya terlalu kecil akan memicu rasa nyeri, hal ini karena bra tersebut akan menekan payudara dan tidak menyokongnya dengan baik.

Meski kadang tidak berbahaya, tapi pada kondisi-kondisi tertentu sebaiknya rasa nyeri ini tidak diabaikan dan harus konsultasikan ke dokter yaitu:
  1. Rasa nyeri yang terus menerus setiap hari selama lebih dari beberapa minggu
  2. Rasa nyeri yang terlokalisir pada satu daerah tertentu dari payudara
  3. Rasa nyeri yang muncul semakin memburuk dari waktu ke waktu
  4. Rasa nyeri yang muncul sudah mengganggu kegiatan sehari-hari

Beberapa saran mungkin bisa dicoba untuk menghilangkan rasa nyeri seperti menggunakan bra yang sesuai untuk mengurangi pergerakan payudara pada dinding dada, serta mencatat dan menandai kapan saja rasa nyeri tersebut timbul sehingga bisa diperkirakan penyebabnya.



sumber: detikhealth
»»  read more

Minggu, 21 Oktober 2012

5 Mitos Sekitar Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jejeran penyakit nomor satu diantara penyakit yang ditakutkan oleh wanita. Tidak sedikit mitos yang berkembang tentang kanker payudara ini, yang kadang dapat membuat wanita ketakukan atau stress.

Berikut ini mitos-mitos yang berkembang seputar kanker payudara yang perlu diketahui demi kesehatan dan keselamatan Anda, seperti yang dikutip dari mediaindonesia

Mitos #1: Mengenakan bra berkawat meningkatkan risiko terkena kanker payudara
Klaim yang menyatakan bra berkawat menekan sistem limfatik payudara, membuat racun menumpuk sehingga menyebabkan kanker payudara, tidak terbukti secara ilmiah. Menurut konsensus, jenis bra serta ketat atau longgarnya pakaian dalam Anda, tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara.

Mitos #2: Perempuan berdada kecil berisiko lebih rendah terkena kanker payudara
Tidak ada hubungan antara ukuran dada seseorang dengan besar kecil risiko terkena kanker payudara. Dada berukuran besar memang lebih sulit diperiksa dibandingkan dengan dada berukuran kecil, melalui uji payudara klinis, mammogram, mau pun MRI. Tapi setiap perempuan, terlepas dari ukuran dadanya, harus rajin memeriksa payudara secara rutin demi keselamatan jiwanya.

Mitos #3: Hanya perempuan dengan sejarah kanker payudara dalam keluarga yang berisiko terkena penyakit serupa

Sekitar 70 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara, tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi atas penyakit ini. Tapi risiko sejarah keluarganya adalah seperti ini: Jika seorang kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara, atau anak) mengalami atau menderita kanker payudara, risiko Anda terserang penyakit itu sekitar dua kali lipat. Jika Anda memiliki dua orang kerabat tingkat pertama yang menderita kanker payudara, risiko Anda pun semakin meningkat.

Mitos #4: Benjolan pada payudara kebanyakan adalah kanker
Kenyataannya, sekitar 80 persen benjolan di payudara perempuan disebabkan oleh perubahan jinak nonkanker, kista, atau kondisi lainnya. Meskipun demikian, para dokter mendorong perempuan untuk melaporkan perubahan apa pun yang terjadi pada payudaranya. Sebab, pendeteksian dini terhadap kanker payudara lebih baik daripada terlambat. Dokter mungkin menyarankan mammogram, ultrasound, atau biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut adalah kanker atau bukan.

Mitos #5: Implan payudara meningkatkan risiko kanker
Menurut penelitian, perempuan yang melakukan implan payudara tidak berisiko lebih besar terkena kanker payudara. Akan tetapi, mammogram standar tidak selalu bekerja baik pada perempuan yang melakukan implan payudara. Sinar X tambahan kadang diperlukan untuk mengetes jaringan dada secara menyeluruh.


sumber
»»  read more